Selasa, 14 Agustus 2012

Postingan Pertama

Selamat datang di postingan pertama oleh "Forum Peduli Kota Samarinda". Ya, ini adalah tulisan pertama yang dibuat oleh admin sebagai wujud atas sebuah gagasan untuk membuat blog kolaborasi antara tulisan yang dibuat oleh admin maupun oleh penulis lain, yakni Anda.

Blog biasanya identik dengan individualistis, namun di blog ini admin berusaha agar tidak menulis sendiri mengenai uneg-unegnya terhadap Kota Samarinda, kota kebesaran admin, tapi juga warga Samarinda lain yang ingin menulis uneg-unegnya dalam bentuk tulisan, sehingga dinamakan blog kolaborasi.



Ya, kenapa dinamakan blog kolaborasi? Istilah ini diilhami dari sebuah pembicaraan warung kopi di Wikipedia (kebetulan, salah satu admin Peduli adalah pengurus di Wikipedia bahasa Indonesia) di mana seorang anggota di sana ingin menggiatkan kembali kolaborasi dan kerja sama antarsesama pengguna Wikipedia dalam membuat artikel sehingga menjadi artikel sempurna di Wikipedia.

Tulisan pertama ini tidak memuat tentang sejarah pembentukan "Forum Peduli Kota Samarinda" karena hal tersebut akan dibahas nanti di artikel lain. Yang jelas, "Forum Peduli Kota Samarinda" bukanlah organisasi, baik nirlaba atau pun komersial.

Akhir kata, selamat menulis, selamat membaca. Semoga yang menulis semakin konsisten dan tertanam jiwa kepeduliannya demi membangun Samarinda yang lebih baik melalui jalur ini, dan semoga yang membaca semakin peduli terhadap Kota Samarinda, kota tempat kita lahir, tinggal, besar, bahkan meninggalnya nanti, bukan hanya asal tinggal saja di kota ini.


Samarinda, 15 Agustus 2012
Pagi hari, 7.16 WITA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat datang di blog Forum Peduli Kota Samarinda! (FPKS) Kirimkan pertanyaan dan saran Anda di pedulikotasamarinda@gmail.com (FPKS) Sesosok mayat mengambang di tepi Sungai Karang Mumus Jl. AM Sangaji Gang 9 pada Minggu (27/3) pagi (FPKS) 27 rumah hangus terbakar di Jl. Cipto Mangunkusumo RT 12 Kel. Harapan Baru, Loa Janan Ilir (27/3) pada pukul 02.00 WITA (FPKS) Angin kencang memporak-porandakan Samarinda pada Sabtu (26/3) siang