Akhir kata, selamat membaca!
Minggu, 20 Januari 2013
Etnis Pembentuk Heterogenitas Demografi Samarinda
Samarinda sebagai sebuah kota sekaligus ibu kota provinsi Kalimantan Timur tidak hanya dibentuk dari segi infrastruktur, melainkan juga dari segi demografi atau kependudukan. Kini, penduduk Samarinda sudah menembus satu juta jiwa dan merupakan kota dengan jumlah penduduk terbanyak se-Borneo/Kalimantan. Dalam menyambut hari jadi Kota Samarinda ke-345, kami akan menyajikan beberapa artikel secara beruntun mengenai etnis atau suku bangsa yang menjadi pembentuk heterogenitas (keberagaman) demografi Kota Samarinda. Setidaknya ada 5 etnis (yang berhasil dihimpun) yang menjadi pembentuk heterogenitas tersebut, yakni Kutai, Dayak, Banjar, Jawa, dan Bugis.
Kamis, 17 Januari 2013
Kebakaran Samarinda: Harapan Baru
Kebakaran kembali melanda Kota Tepian. Kali ini api menggegerkan kawasan Jl. Cipto Mangunkusumo Gang 2 RT 2 Harapan Baru, Loa Janan Ilir pada Kamis (17/1) pagi sekitar pukul 10.20 WITA dan menghanguskan 4 rumah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. (fpks)
Kamis, 03 Januari 2013
RS Internasional Akan Dibangun di Samarinda
Jumat, 28 Desember 2012
Kebakaran Samarinda: Karang Asam Ilir
| Setidaknya, belasan rumah termasuk bangsal hangus dilalap si jago merah. (fpks) |
Rabu, 28 November 2012
Depo Pertamina Teluk Lerong Ulu
Depo Pertamina yang terletak di Jl. Cendana dan Jl. Slamet Riyadi, Teluk Lerong Ulu ini dipilih karena selain dekat dengan sungai, juga waktu itu kawasan Teluk Lerong masih sepi, tidak seperti sekarang. Kini, Depo Pertamina ini membuat was-was warga setempat karena sangat berdekatan dengan pemukiman penduduk. Apalagi sejak terjadi kebakaran tahun 2010, 2011, dan
Minggu, 18 November 2012
Festival Jepen 2012
Festival Jepen ke-4 tahun 2012 digelar di Samarinda, Kalimantan Timur, bersamaan dengan Festival Kemilau Benua Etam VII yang bertempat di Hotel Atlit Stadion Madya Sempaja pada tanggal 14-15 November 2012. Peserta berasal dari tuan rumah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan negara tetangga Malaysia atas kerjasama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Teri Jepen adalah tarian pergaulan asli dari suku Melayu pesisir di Kalimantan yang juga mempunyai unsur pengaruh Islam. Tari Jepen ditarikan secara enerjik dan menggunakan gerak dasar langkah kaki dan lambaian tangan. Dengan iringan alat musik khas Melayu seperti Gambus dan Ketipung, tarian ini kadang diselingi dengan berbalas pantun.
Minggu, 11 November 2012
Festival Kemilau Benua Etam VII
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim siap menyelenggarakan Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam Kaltim yang berlangsung 13-15 November bertempat di Stadion Madya Sempaja Samarinda.
Sebagai kalender tetap yang masuk dalam jadwal Kementerian Pariwisata, Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam Kaltim 2012, diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk dapat mengenal kebudayaan Kaltim.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kaltim, HM Aswin menggatakan terdapat tujuh kegiatan yang akan terangkum dalam Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam, umumnya adalah budaya pesisir, keraton dan budaya pedalaman.
“Kegiatan ini akan melibatkan 14 kabupaten/kota se-Kaltim dan partisipasi dari 15 Provinsi Destinasi Unggulan di Indonesia. Selain itu, ada juga partisipasi dari Negara Malaysia,” jelas Aswin, Kamis (8/11).
Festival ini akan dimeriahkan Parade Seni Budaya, Olahraga Tradisional, Lomba Masakan Khas Daerah Kaltim, Lomba Musik dan Lagu Tradisional, Lomba Tari Pesisir dan Pedalaman, Pameran Seni Budaya dan Kepariwisataan dan Lomba Zapin Internasional.
Sebagai kalender tetap yang masuk dalam jadwal Kementerian Pariwisata, Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam Kaltim 2012, diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk dapat mengenal kebudayaan Kaltim.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kaltim, HM Aswin menggatakan terdapat tujuh kegiatan yang akan terangkum dalam Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam, umumnya adalah budaya pesisir, keraton dan budaya pedalaman.
“Kegiatan ini akan melibatkan 14 kabupaten/kota se-Kaltim dan partisipasi dari 15 Provinsi Destinasi Unggulan di Indonesia. Selain itu, ada juga partisipasi dari Negara Malaysia,” jelas Aswin, Kamis (8/11).
Festival ini akan dimeriahkan Parade Seni Budaya, Olahraga Tradisional, Lomba Masakan Khas Daerah Kaltim, Lomba Musik dan Lagu Tradisional, Lomba Tari Pesisir dan Pedalaman, Pameran Seni Budaya dan Kepariwisataan dan Lomba Zapin Internasional.
Langganan:
Komentar (Atom)